Latar Belakang
Sejak dilaporkan pertama kalinya di tahun 1987, kasus HIV/AIDS di Indonesia terus bertambah. Hingga akhir Desember 2009 Kementrian Kesehatan melaporkan bahwa penderita HIV/AIDS di Indonesia berjumlah 19.973 kasus. Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan fenomena gunung es, jumlah yang dilaporkan lebih sedikit dari jumlah yang sesungguhnya.
Melihat kasus HIV/AIDS yang semakin bertambah tersebut, diperlukan edukasi pencegahan kepada masyarakat luas. Salah satu cara untuk mencegah penularan HIV/AIDS adalah dengan menggunakan kondom. Maka diperlukan kampanye penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Salah satu media yang efektif untuk masyarakat luas adalah melalui media televisi, yaitu iklan layanan masyarakat.
Tujuan
Adapun tujuan tulisan yang kami buat ialah untuk menganalisa sebuah iklan masyarakat tentang promosi kondom yang berjudul “Promosi Kondom Versi Puskesmas” yang ditayangkan di televisi, dalam penayangannya masyarakat kelas menengah ke bawah masih beranggapan bahwa antibiotik merupakan obat untuk mencegah HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih karena sampai saat ini yang dapat mencegah HIV/AIDS hanya dengan penggunaan kondom saat berhubungan seksual. Penyelenggara iklan tersebut ialah Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Analisa yang kami buat mencakup siapa target audiens yang tepat sesuai dengan iklan tersebut dan analisa rencana penayangannya yang sesuai dengan target audiens tersebut.
Pembahasan
Pemeran
Iklan ini diperankan oleh tiga orang pria, yaitu seorang dokter (40-an) dan dua orang pasien (30-an).
Setting Lokasi
Dilihat dari iklan tersebut, adegan iklan mengambil latar puskesmas. Ditandai dengan adanya ruang dokter, papan dengan tulisan UGD dan radiologi, pasien yang duduk di kursi roda dan seorang suster.
Gaya Penyampaian Pesan
Pesan untuk mencegah AIDS dengan memakai kondom disampaikan dengan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sederhana sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat. Selain itu, pesan ini disampaikan oleh seorang dokter yang biasanya disegani oleh masyarakat sehingga mudah mempengaruhi masyarakat.
Analisis
Target Audiens
Iklan ini ditujukan untuk semua pria dewasa dengan kisaran umur 20-30an tahun yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, dibuktikan oleh semua pemerannya adalah laki-laki yang sedang berkonsultasi di Puskesmas.
Target program televisi
Dilihat dari analisa sasaran target audiens, maka kita dapat memilih program televisi yang biasanya diminati oleh para pria dewasa, seperti acara olah raga ataupun film-film tengah malam.
Rancangan Program dan Biaya Penayangan
Dari pembahasan dan analisis di atas, maka berikut ini akan dipaparkan secara lebih detil tentang rancangan stasiun televisi, program siaran, frekuensi dan biaya penayangannya yang dapat di klik di sini
Penyusun:
1. Ayu Indriyani (0806335641)
2. Dian Nur Wijayanti (0806458100)
3. Fandi Rachman (0806336034)
4. Imam Abdullatif (0806458265)
5. Ratih Fatimah (0806336841)
6. Septiara Putri (0806316581)
7. Sifa Fauzia (0806316594)
- Jaga kondisi jantung. Menurut Harry Fisch, ahli dari Columbia, apa yang buruk untuk jantungmu, jelek juga bagi penismu. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ereksi tergantung pada aliran darah dari jantung melalui pembuluh arteri. Nah, ketika aliran darah tersebut berkurang atau ada sumbatan, disfungsi ereksi dapat terjadi. Lakukan pemeriksaan fisik tahunan termasuk cek kondisi jantung dan kolesterol jika Anda sudah berusia 30 tahun atau lebih.
- Tetap aktif. Kalau Anda ingin punya anak ketika Anda sudah berumur 30,40, atau bahkan50-an tahun, Anda perlu aktif berkegiatan dan berolah raga karena itu akan meningkatkan kadar hormon testosteron Anda.
- Perhatikan berat badan. Ukuran perut dan pinggang yang besar sering menjadi pertanda penyakit jantung. Perut dan pinggang yang besar juga menimbulkan panas yang bisa sampai ke testis, menurunkan testosteron pada sperma. Makanlah menu yang seimbang, rendah lemak dan kalori.
- Konsumsi antioksidan. Minumlah vitamin C atau E karena dapat membantu memerangi radikal bebas yang berperan dalam kerusakan DNA pada sperma. Tapi tentu jangan berlebihan.
- Jangan merokok, minum alkohol berlebihan atau menyalahgunakan obat. Perilaku demikian meningkatkan kerusakan DNA pada sperma dan membahayakan jantung dan organ tubuh lainnya.
- Hindari mandi air panas dan jacuzzi. Itu dapat menurunkan jumlah sperma selama tiga sampai enam bulan.
- Hindari memangku laptop. Itu dapat meningkatkan temperatur skrotum, kurang baik untuk produksi sperma. Memakai celana dalam yang ketat dan berbagai perilaku lain yang intinya meningkatkan temperatur skrotum juga perlu dihindari.
- Berkonsultasilah ke urologis. Ini perlu jika Anda berumur 40 tahun ke atas, pernah terpapar bahan beracun atau sudah setahun menikah tapi belum punya anak.
- Minta varicoceles (pembuluh darah yang membesar atau rusak di testis atau vas deferens) dibuang. Varicoceles bisa muncul sejak remaja dan hampir 40% pria mandul memilikinya. Varicoceles dapat menahan aliran darah di skrotum sehingga merusak sperma dan pria jadi mandul.
Sumber:
Psychology Today Magazine, Sep/Okt 2007



